Berita World Cup Apakah Spanyol Kekurangan Striker?

Apakah Spanyol Kekurangan Striker

Apakah Spanyol Kekurangan Striker?

Berita World Cup – Spanyol adalah juara bertahan Piala Dunia dan Piala Eropa di tingkat senior, mereka juga menjadi juara di tingkah U-21 walaupun gagal menjuarai Piala Dunia U-20. Negara ini sedang menjadi tempat paling panas untuk belajar sepakbola, bahkan melebihi Belanda di pertengahan 70-an. Tim nasional La Roja disebut sebagai yang terbaik di dunia sepanjang sejarah. Tapi mereka memiliki masalah di depan gawang. Kita dapat melihat statistic gol mereka di Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa tahun lalu, apalagi bila melihat pertandingan melawan Brazil, Italia dan Uruguay (Tahiti pasti tak kita anggap sebagai lawan yang pantas bagi Spanyol bukan?). tren minimnya gol di lini depan Spanyol sangat mungkin berlanjut.

Kesuksesan Spanyol dalam lima tahun terakhir karena mereka memiliki gelandang berkualitas hebat dalam diri Andres Iniesta, Xavi Hernandez, Xabi Alonso, David Silva, Cesc Fabregas, dan Juan Mata. Pemain kreatif tersebut bisa dilindungi oleh Sergio Busquets dan Javi Martinez. Sementara dibelakang Spanyol pernah memiliki pelayanan tangguh seorang Carles Puyol, yang sekarang telah digantikan oleh Sergio Ramos dan Gerrard Pique. La Roja juga memiliki tiga orang kiper yang tak perlu diragukan ragi. Pemain seperti iker Casillas, Victor Valdes, dan Pepe Reina adalah nama jaminan kuaitas. Belum lagi pemain cadangan mereka yang siap tampil di level senior, pahlawan Manchester United dan Atletico Madrid David de Gea. Mungkin rasa pusing di kepala Del Bosque saat mencari kiper utama hampir sama dengan yang dirasakan Ron Greenwood saat harus memilih seorang diantara Peter Shilton dan Ray Clamence di timnas Inggris tahun lawas.

Semua keistimewaan yang dimiliki Spanyol di tengah dan belakang tak dapat menutupi dari stagnaisasi yang menjangkiti mereka dalam mencetak gol. Performa para striker yang mengalami penurunan adalah penyebab terbesar. Apalagi dengan didukung fakta bahwa striker yang selama ini menjadi langganan timnas seperti David Villa pernah mengalami cedera panjang yang akhirnya berdampak pada penggantian formasi utama tim. Saat Spanyol menjuarai EURO untuk pertama kalinya tahun 2008, dan kemudian Piala Dunia 2010, Spanyol memang dikenal akan penampilan brilian Andres Iniesta, dan pertahanan solid Carles Puyol. Tapi yang membuat mereka lebih menakutkan kala itu adalah konversi peluang yang mematikan dalam diri Fernando Torres dan David Villa.

Sayang sekali karena Torres harus mengalami krisis kepercayaan diri sejak dia pindah dari Liverpool ke Chelsea tahun 2011. Villa juga harus menderita cedera parah saat memperkuat Barcelona di Piala Dunia Antar Klub disaat yang kritikal menjelang Euro 2012. Setelah dia kembali memperkuat Barcelona, Villa harus mengakui bahwa dia sedang tertutup oleh bayang-bayang Lionel Messi. Bagaimana tidak? Messi mendapatkan bola, dan dia akan mencetak gol dengan cantik. Dengan usianya yang sudah 31 tahun, dia kesulitan untuk mendapatkan tempat musim depan (ditambah pula dengan datangnya Neymar) maka Villa memutuskan untuk pindah ke Atletico.

Opsi lain seperti Fernando Llorente dan Michu dari Swansea yang menjadi pencetak gol regular di klub kesulitan untuk mendapatkan kesempatan tampil di level internasional. Penyebab kesulitan dua orang striker tersebut beragam, mulai dari favoritism pada Torres dan Villa sampai karena formasi Spanyol yang menyukai dominasi gelandang dari Xavi dan Iniesta serta pergerakan dan tusukan Silva dan Mata di lebar lapangan. Bayangkan saja, seorang Xabi Alonso juga harus kesulitan untuk mendapatkan tempat di starting eleven.

Del Bosque berargumen jika para strikernya tak bisa mencetak gol, maka pemain lain dalam timnya pasti bisa melakukan tugas tersebut. Toh argument tersebut membentur tembok tebal saat Piala Konfederasi bulan lalu. Melawan Italia yang solid di tengah, Spanyol kesulitan mengalirkan bola, mereka pun menderita di final third Italia karena tak memiliki seorang pemain dengan insting gol tinggi. Pendapat Del Bosque tersebut makin menemukan antitesisnya saat mereka dihancurkan Brazil beberapa hari kemudian. Lantas apa yang akan dilakukan Del Bosque tahun depan? Tentu dia akan datang dengan strategi dan formasi baru yang lebih baik. Berita World Cup