Berita World Cup Mengenang Indonesia Menjadi Macan Asia

Mengenang Indonesia Menjadi Macan Asia

Mengenang Indonesia Menjadi Macan Asia

Berita World Cup – Kita tahu bahwa dapat dikatakan Indonesia adalah negara pertama di Asia yang melaju ke pentas Piala Dunia. Pada Piala Dunia 1938, dengan nama Hindia Belanda, Indonesia berhak mendapat tiket ke Prancis setelah Jepang mengundurkan diri akibat perang dan konflik yang melanda negara Matahari Terbit tersebut. Hindia Belanda memang berhasil melaju sampai final kualifikasi Piala Dunia melawan Jepang, tetapi, akhirnya karena Jepang mengundurkan diri, Hindia Belanda secara otomatis mendapatkan tiket ke Piala Dunia di Prancis tahun 1938.

Kemudian pada Olimpiade 1956 bagaimana kemudian Indonesia bisa menahan raksasa kuat sepak bola saat itu; Uni Soviet, dengan skor kuat kaca mata 0-0 di pertandingan pertama Olimpiade walau kemudian di pertemuan kedua harus menyerah kalah karena sudah lelah dengan skor 0-6. Tapi, yang patut dicermati adalah tidak banyak negara yang akar sepak bolanya kuat seperti Indonesia pada tahun-tahun tersebut sehingga Indonesia dianggap sebagai negara kuat sepak bola.

Lalu, andai kata pada Asian Games di Jakarta pada tahun 1962, seandainya, Malaysia tidak bermain mata dengan Vietnam Utara, diprediksi Indonesia bisa melaju sampai ke Final. Sayang, karena ada sentimen anti Indonesia di pemain Malaysia ketika itu, Malaysia “mengalah” kepada Vietnam Utara agar Indonesia gagal lolos ke babak selanjutnya.

Hal tersebut dibalas Indonesia 24 tahun kemudian di Asian Games tahun 1986 yang dihelat di Seoul untuk juga persiapan Olimpiade Seoul 1988. Indonesia berada di Grup C. Satu grup dengan dua negara Arab yang kuat dan satu musuh bebuyutan; Arab Saudi, Qatar dan Malaysia. Di pertandingan pembukaan melawan Qatar, Adolf Kabo menjadi pahlawan dengan golnya yang membuat Indonesia menahan seri Qatar 1-1. Selanjutnya, Tim Merah Putih gagal menahan serangan singa padang pasir, Arab Saudi, Tim Garuda menyerah kalah 0-2. Di partai hidup mati sekaligus partai revans 24 tahun lalu di ajang yang sama melawan Malaysia, Jonas Sawor berhasil membayarkan dendam tersebut 1-0 untuk Indonesia. Indonesia berhak lolos ke babak perempat final Asian games 1986.

Indonesia kemudian berhadapan dengan Uni Emirat Arab. Suasana sangat tegang. Karena Uni Emirat Arab tampil sebagai juara grup A dengan tidak terkalahkan. Namun secara mengejutkan anak asuhan Pelatih Bertje Matulapelwa, Indonesia, berhasil menahan 2-2 Uni Emirat Arab. Pertandingan terpaksa dilanjutkan dengan adu penalti. Jaya Hartono, Robby Darwis, Ricky Yakobi dan Ribut Waidi berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik. Tinggal kemudian bagaimana gawang Indonesia yang dijaga oleh kiper PSMS Medan, Ponirin Meka, tidak kemasukan minimal satu tendangan saja. Akhirnya kejadian tersebut benar terjadi Indonesia berhasil menang adu penalti dengan jumlah 4-3.

Rakyat Indonesia terbang setinggi langit. Tim nasional kesayangan dan kebanggaan mereka berhasil menembus semi final Asian Games. Namun, karena kelelahan usai adu penalti yang menguras tenaga dan pikiran, Indonesia harus menyerah kalah 0-2 dari Korea Selatan. Lalu dibantai 0-5 oleh Kuwait. Tetapi, bagaimanapun juga posisi keempat dalam turnamen antar negara Asia adalah sebuah posisi terhormat bagi tim yang berasal dari kawasan Asia Tenggara. Berita World Cup