Berita World Cup Pembinaan Pemain Muda di Spanyol dan Jerman

Pembinaan Pemain Muda di Spanyol dan Jerman

Pembinaan Pemain Muda di Spanyol dan Jerman

Berita World Cup – Kehadiran Real Madrid, Barcelona, Bayern Munchen dan Dortmund di semi final liga Champion Musim lalu semakin menunjukan Supremasi Spanyol dan jerman di dunia sepak bola. Bagaimana dua Negara ini meraih kejatyaa seperti itu? Adalah dengan program pembinaan pemain usia muda.

La masia, la masia adalah satu akeademi terdepan di Spanyol. Berdiri pada akhir decade 1970an, akademi ini merupakan ide seorang Belanda bernama Johan Cruyff ketika dia mulai bermain untuk Barcelona. Hasil pendidikan La Masia mulai terasa ketika Johan membangun tim impian yang bisa meraih trofi La Liga empat kali berturut turut. Pep Guardioal merupakan bagian dari tim yang merupakan jebolan dari La Masia.

Hingga tahun 2010, Barcelona telah menghasilkan 442 lulusan La Masia. Tidak semua nya berhasil menjadi pemain sepak bola. Hanya ada 41 yang akhirnya sukses membuat debut bagi tim utama Barcelona, sementara 38 lainnya bermain di La liga. Sisanya ada yang memili berkalir di luar Spanyol.

La Masia mengajarkan filosofi bermain total football di mana pemain harus sring berganti posisi dengan kombinasi yang baik dan tiki taka dengan satu dua sentuhan. La Masia tidak hanya mendidik pesepakbola untuk tangguh di lapangan tetapi juga pada saat di luar lapangan. Berikutnya adalah Madrid Castilla. Akademi ini sangat terkenal di masyarakat Spanyol. Tetapi beda dengan Barcelona, tidak banyak alumni Madrid Castilla yang mampu menembus tim utama lantaran manajemen klub yang lebih suka belanja pemain.

Padahal sebenarnya Castilla sudah memberi banyak bukti bahwa mereka bisa menghasilkan pemain bagus. Sebut saja ketika ia berhasil Berjaya dengan meraih juara La liga lima kali beruntun. Saat itu Real Madrid di huni oleh pemain binaan sendiri. Tidak berbeda jauh dengan Spanyol, di german sudah lama terkenal salah satu kekuatan utama sepak bola dunia. Jerman sebenarnya pernah mengalami masa yang buruk. Setelah Berjaya di era 90an dan euro 1996, prestasi mereka menurun. Pada piala dunia 1998 di Perancis, german gagal melaju ke semi final setelah di kalahkan tim kroasia. Pada perhelatan akbar berikutnya Euro 200, german kembali gagal. Mereka juara bertahan namn harus pulang lebih awal karena duduk di juru kunci grup.

Dengan hasil demikian akademi didirikan guna mengasah bakat muda. Kompetisi regional dan amatir. Serta liga professional. DFB juga mengajak serta Universitas untuk bersaa sama mengembangkan penelitian yang bermanfaat bagi perkembangan sepak bola Jerman. DFB juga mewajibkan 36 klub yang bermain di Bundesliga 1 dan 2 untuk memiliki akademi sendiri. DFB juga mampu mengajukan revisi UU imigrasi Jerman. Yang memungkinkan anak muda imigran memperoleh kemudahan dalam mendapatkan paspor Jerman. Dengan demikian imigran bisa menguntungkan untuk tim nasional Jerman. Berita World Cup