Berita World Cup Polemik Piala Dunia 2022 Qatar

Polemik Piala Dunia 2022  Qatar

Polemik Piala Dunia 2022  Qatar

Berita World Cup – Pertandingan sepak bola bergengsi di dunia ini tengah menjadi pembicaraan meski pelaksanaanya masih lama. Ini disebabkan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk digelar saat itu. Masalah pergeseran waktu perhelatan atau perubahan tempat perlehatan masih menjadi perdebatan di dunia. Pada desember 2010 lalu, Qatar yang terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Negara timur tengah ini berhasil menyisihkan kandidat lain seperti Amerika Serikat, Australia, Korea Selatan dan Jepang. Perhelatan yang akan dilaksanakan sekitar bulan Juni sampai Juli tersebut dimana Qatar pada saat itu musim panas dan sedang tinggi- tinggi nya, suhu bisa mencapai  40 derajat celcius bahkan bisa lebih. Hal ini tidak memungkinkan karena dinilai terlalu panas dan akan mempengaruhi kesehatan fisik para pemain.

Qatar sebagai tuan rumah menjanjikan teknologi pendingin ruangan di dalam stadion namun banyak pihak yang berpendapat bahwa suhu yang panas akan tetap berpengaruh pada para pemain dan penonton yang akan datang kesana. Beberapa pendapat menyatakan bahwa waktu pelaksanaan Piala Dunia 2022 akan digeser pada waktu musim dingin sekitar bulan November dan Desember. Dimana cuaca bisa lebih bersahabat. Setelah bertemu dengan 54 anggota UEFA Wakil Presiden FIFA Jim Boyce menyatakan bahwa Piala Dunia 2022 tidak mungkin diselenggarakan di Qatar pada musim panas. “ Hal ini sangat penting untuk dipahami. Mereka sepakat ikut bermain dalam Piala Dunia 2022 dengan membawa ribuan fans pada musim panas adalah hal yang tidak mungkin “, ujar Boyce kepada Reuters.

Sebelumnya Presiden FIFA Sepp Blatter juga memperkirakan bahwa waktu penyelenggaraan Piala Dunia 2022 mungkin saja akan digelar pada musim dingin. Waktu itu dia mengatakan bahwa tidak ada aturan kalau Piala Dunia harus dilaksanakan pada musim panas. Dia baru- baru ini juga mengakui bahwa memilih Qatar sebagai tuan rumah mungkin adalah suatu kesalahan. Namun polemik tentang pegeseran waktu pelaksanaan ini masih menjadi perbincangan di kalangan Negara- negara yang berpartisipasi. Sejumlah pengurus asosiasi sepak bola Inggris menolak usul pergeseran waktu Pelaksanaan Piala Dunia 2022 karena akan mempengaruhi jadwal pertandingan dalam negeri.

Jamie Carragher, seorang mantan penggawa Tim Nasional Inggris yang sekarang sudah menjadi pengamat dan komentator sepak bola di Sky Sport menyatakan bahwa menggeser waktu pelaksanaan Piala Dunia 2022 ke musim dingin akan sulit terwujud, hal ini dikarenakan imbasnya terlalu besar. “ Sungguh sangat mengherankan ketika kami mendengar bahwa Piala Dunia 2022 akan diadakan di Qatar, Apakah ini suatu kesalahan?? Bukan kah hal ini berarti tidak menghormati Qatar?? Saya berpikir tidak ideal bila diselenggarakan dengan kondisi yang seperti itu. “ kat Carragher saat di Sky Sport. Namun wacana tersebut akan tetap dibicarakan pada pertemuan Exco pada tanggal 3 dan 4 Oktober. Blatter juga berencana akan mengajukan proposal perubahan jadwal tersebut kepada pertemuan komite ekskutif FIFA bulan depan. Berita World Cup