Faktor Juara Brazil

Faktor Juara Brazil

Faktor Juara Brazil

Bursa Taruhan Bola – Tak pernah terlambat untuk memperbincangkan kunci sukses dalam meraih gelar juara, di ajang manapun dan bagi tim manapun. Keberhasilan Brazil mengalahkan tim yang tak tersentuh seperti Spanyol, setidaknya didukung oleh fakta berikut ini.

Ini Brazil Bung!

Well, faktor tuan rumah memang tak bisa diremehkan. Walau keikutsertaan Brazil di Piala Konfederasi tahun ini hanyalah dengan status tuan rumah – pertama kali bagi mereka – dukungan yang diberikan supporter sangat besar. Meskipun terjadi protes di luar stadion, ribuan orang masih berbondong-bondong menyaksikan kelihaian pemain timnas Brazil dalam menari samba di lapangan hijau.

‘Hadiah’ Dari Spanyol

Pernahkah anda mendengar berita kekalahan Spanyol? Jangankan kebobolan tiga gol dalam satu pertandingan, kalah dengan kebobolan satu gol di pertandingan internasional yang kompetitif saja sudah sangat jarang kita dengar. Terakhir kali Spanyol kalah dalam pertandingan internasional yang kompetitif adalah sejak mereka kalah dari Swiss di pertandingan Piala Dunia Afrika Selatan 2010. Setelah itu mereka memang sempat kalah 1-4 melawan Portugal dan 0-4 melawan Argentina, tapi status dalam pertandingan itu adalah pertandingan persahabatan. So, karena ingin sekali-kali merasakan kekalahan, la furia roja sengaja ‘mengalah’ pada tuan rumah yang menjamu dengan baik.

Fred

Bagi yang mengikuti sepakbola sejak tahun 2009 mungkin jarang mendengar nama Frederico Chaves Guedes. Maklum, dia adalah mantan rising star Lyon yang pulang kampung ke Brazil karena homesick.

Piala Konfederasi tahun ini menjadi ajang pembuktiannya atas kepercayaan Felipao, yang menariknya kembali ke timnas setelah Fred mencetak 25 gol di dua musim sebelum Piala konfederasi berlangsung. Fred menjadi striker tajam dan hanya kesialan yang membuatnya tak mendapat gelar top skorer. Torres, manusia yang beruntung itu, berhak mendapatkan sepatu emas karena keberuntungannya bertemu dengan Tahiti.

Introducing : Neymar

Begitu banyak pesepakbola yang baru muncul di Brazil dilabeli dengan “Pele Baru”. Sekadar mengingatkan nama-nama tersebut adalah Freddy Adu, Pato, dan yang paling anyar adalah Robinho. Tahun 2006 dia membuat berita menghebohkan saat ibunya diculik oleh penjahat. Penjahatnya yakin bahwa harga transfer Robinho ke Real Madrid akan menjadi transaksi dengan besar. Mereka benar untuk transaksi senilai 20 juta dollar Amerika yang dikeluarkan Madrid untuk mendatangkannya dari Santos. Tapi penjahat tersebut salah bila mengira Robinho adalah the next Pele. Lihat dimana Robinho berada sekarang. Neymar juga seperti itu, dia sudah mencetak 135 gol dalam 279 pertandingan, dan usianya baru 20 tahun. Kompilasi video skillnya di Youtube juga tampak meyakinkan. Namun banyak orang yang tak mau dibodohi lagi dengan label “Pele Baru” sebelum melihat penampilan pemain tersebut secara langsung. Di turnamen ini, Neymar membuktikan bahwa dia pantas menjadi seorang pemain hebat. Pemain anyar Barcelona sudah tampil memukau public sepakbola dari pertandingan melawan Jepang. Sampai di final, dia membuat Arbeloa tampak seperti orang tolol. Dua gol Brazil tercipta dari area serangan Neymar, dan patut diingat adalah kecerdikannya dalam menceta gol kedua Brazil. Gelar pemain terbaik turnamen seakan menjadi pembuktian bahwa dia memang pantas dihargai mahal dan pantas menyandang ekspektasi warga Brazil yang begitu besar padanya. Berita World Cup