Inggris Tidak Akan Pernah Juara Dunia Lagi

 England-U21 - BeritaWorldCupStuart Pearce telah memperingatkan FA kalau timnas Inggris akan melanjutkan kegagalan mereka di Piala Dunia kecuali bila ada perubahan radikal dalam persiapan tim menuju turnamen besar.

Pelatih Inggris U-21 itu mengatakan dengan jujur kekalahan timnya melawan Italia pertengahan pekan kemarin adalah karena kurangnya kualitas. Hasil yang membawa petualangan timnas U-21 Inggris di Israel terancam. Pearce tidak

menyalahkan siapapun dan tak membutuhkan kambing hitam apapaun karena mengakui kalau timnya kalah kualitas waktu itu.

 

Saat Italia bisa memainkan pemain PSG, Marco Veratti, yang mendaptkan restu dari pelatih timnas senior Italia agar memimpin rekan-rekannya di timnas U-21, Pearce malah kesusahan untuk mengumpulkan 17 pemain yang fit pada pertandingan pertama.

Pearce gagal mengumpulkan pemain-pemain terbaiknya karena berbagai macam hal. Padahal pemilihan pemain, menurut Pearce adalah faktor penentu keberhasilan tim di turnamen. Pemain yang tersedia di skuadnya saat ini adalah anak-anak muda yang belum pernah mencicipi pertandingan bersama timnas senior. Meski tampil luar biasa dalam kualifikasi – tak kebobolan dalam sembilan pertandingan – namun saat bertanding di turnamen sesungguhnya, performa tim buruk sekali.

“Aku akan mengatakan padamu, kunci untuk menjuarai turnamen,” tambahnya,”ini yang dilakukan oleh Perancis, Spanyol, dan Jerman sebelumnya. Kau menyeleksi dan membawa pemain-pemain terbaik.

Lalu kau membawa tim dan pemain terbaik ke turnamen. Hanya itulah satu-satunya cara agar kau bisa menjuarai turnamen. Kami telah melakukan riset selama 10 tahun. Meliputi sepuluh tim top Eropa serta empat top tim di Amerika dan Mexico.

Dalam kurun waktu itu, hanya Spanyol yang bisa melampaui kita dalam kualifikasi, dari timnas U-17 hingga senior. Tapi saat kita menengok ke belakang, dan bertanya berapa banyak dari 50 pemain yang telah bermain di skuad senior telah memiliki pengalaman bermain di turnamen yang lalu (turnamen kelompok umur), kita berada di peringkat dua terbawah.

Memang itu cuma statistik, bergantung padamu untuk memikirkannya atau tidak memperdulikannya sama sekali, tak masalah, kami hanya akan bermain dan mencoba untuk menjuarai Piala Dunia. Atau kau ingin melakukan sebuah hal yang mustahil (memenangkan Piala Dunia tanpa mempersiapkan pondasi)?

Pesan dari Stuart Pearce memang terasa menohok sebagian orang tapi fakta-fakta yang diungkapnya sangat relevan. Norwegia, tim yang akan dihadapi Inggris di Petah Tikva, Sabtu depan, datang dengan skuad yang berisikan 15 pemain yang telah mencicipi caps timnas senior. Inggris kebalikannya, cuma memiliki 5 pemain dalam skuad yang pernah tampil bersama timnas senior.

Belanda yang menempati grup B memiliki 12 pemain dari total 23 orang yang tampil secara regular di timnas senior sedangkan didalam skuad Spanyol terdapat nama-nama tenar seperti Thiago Alcantara dan Christian Tello, Iker Muniain dari Athletic Bilbao dan gelandang Malaga bernilai 35 juta Euro, Isco.

Pearce sebenarnya telah memasukkan nama-nama seperti Phil Jones, Danny Welbeck, Alex Oxlade-Chamberlain dan Jack Wilshere tapi tak ada satu pun dari kuartet itu yang mempertimbangkan bermain di timnas U-21 sejak mereka menjadi bagian dari rencana Roy Hodgson.

“Aku telah memiliki 20 caps sebelum Piala Dunia 1990 Italia tapi tak ada yang menolongku untuk mengatasi tekanan di turnamen itu. Dari pengalaman itu, cara terbaik bagi pemain muda untuk berkembang dan memiliki mental pemenang adalah dengan bermain di turnamen Internasional sebanyak-banyaknya. Kau harus sukses menjuarai turnamen di kelompok umur bila mau sukses di level senior,” tambahnya.

Tentang persiapan melawan timnas U-21 Norwegia, Pearce sudah mempersiapkan timnya untuk menghadapi pertandingan penentu tersebut.