Inggris U-21 Tersisih Di Piala Eropa U-21

 inggris u21

Inggris U-21 Tersisih Di Piala Eropa U-21

Berita World Cup – Manajer timnas Inggris U-21, Stuart Pearce menegaskan keinginannya untuk tetap menjabat sebagai manajer The Three Lions U-21 dalam jangka panjang meski anak asuhnya kalah 3-1 atas Norwegia, Sabtu (8/6), yang membuat timnya harus tersingkir dari putaran final Piala Eropa setelah memainkan dua pertandingan.

Tiga gol Norwegia masing-masing dicetak oleh Fredick Semb Berge pada menit 15, Jo Inge pada menit 34, dan Magnus Eikrem pada menit 53. Sedangkan gol tunggal Inggris dicetak oleh Craig Dawson melalui titik putih pada menit 56.

Sebenarnya Inggris mendominasi jalannya laga, bahkan pada babak pertama mereka mampu menguasai bola sebanyak 74%. Sayangnya tidak diimbangi dengan solidnya lini pertahanan yang terlalu mudah untuk ditembus barisan depan Norwegia sehingga mengakibatkan mereka harus kecolongan dua gol pada paruh pertama.

Pada awal paruh kedua, kiper Norwegia Nyland Haskjold sempat membuat penyelamatan gemilang setelah menggagalkan tendangan kaki kiri Jordan Henderson. Justru Norwegia yang kembali menambah keunggulan sebelum akhirnya Inggris mampu mempertipis ketertinggalan menjadi 3-1. Skor tersebut tidak berubah hingga pluit panjang dibunyikan oleh wasit.

Pria berusia 51 tahun ini memberikan pembelaan dengan mengatakan kekalahan dari Norwegia sebagai sebuah bencana dan juga mengungkapkan kekesalan karena tidak tersedianya pemain-pemain yang berkualitas pada level U-21. Hal ini tentu menjadi tamparan untuk FA selaku otoritas sepakbola tertinggi di daratan Inggris.

Pearce kecewa karena tidak dapat menggunakan jasa Alex Oxlade-Chamberlain, Phil Jones, dan Danny Welbeck yang sudah terlebih dahulu dipanggil ke timnas senior asuhan Roy Hodgson. Hal itu membuat Pearce harus memanggil beberapa pemain debutan yang minim pengalaman internasional ke dalam timnya. Sebagai contoh, pelatih timnas Italia U-21, Ciro Ferrara berterima kasih kepada pelatih timnas senior Gli Azzurri, Cesare Prandelli yang memperbolehkan untuk membawa Marco Verratti ikut serta dalam turnamen tersebut sehingga dapat dimainkan pada pertandingan pembuka grup di Tel Aviv yang berbuah kemenangan 1-0 atas Inggris.

Pearce Mengungkapkan “Kami baru saja dikalahkan oleh Norwegia, saya harus menerimanya,” seperti dilansir Guardian. “Tim yang datang dengan kekuatan terbaik akan memenangkan turnamen, tim yang tidak akan pulang lebih awal.”

“Saya sudah mengatakan berkali-kali sebelumnya, persiapan harus dimulai dua tahun sebelum turnamen, bukan ketika anda akan pergi ke turnamen. Kami harus melakukan persiapan saat Natal, pada bulan Januari dan Feburari, Norwegia memiliki 14 pemain senior,” keluhnya.

Setelah kalah dari Italia pada pertandingan pembuka, Inggris akan menghadapi Israel di Yerusalem pada pertandingan terakhir grup meski peluang untuk lolos ke semifinal sudah tertutup. Dengan dua kekalahan, Inggris harus puas berada di juru kunci tanpa memperoleh satu poin pun. Sementara Norwegia berada di posisi kedua dengan torehan empat poin hasil dari sekali imbang dan sekali menang.

“Pembantaian bukan kata yang akan saya gunakan. Ini merupakan kekecewaan yang besar. Kami mendapatkan apa yang pantas didapatkan.” Saat ditanya mengenai prospek dirinya untuk tetap menduduki kursi manajer, Pearce mengaku masih ingin tetap menangani Jordan Henderson dkk. “Saya selalu melihat apa yang saya lakukan selama dua tahun dan hasil tersebut tidak mengubah mentalitas saya,” jawabnya.

Mantan pemain Newcastle United, West Ham United, dan Manchester City ini akan tetap memimpin timnya untuk menghadapi Israel, Selasa malam (11/6), yang kemungkinan besar menjadi laga terakhirnya sebagai manajer singa muda. Gareth Southgate dan Peter Taylor yang sebelumnya pernah menangani timnas Inggris U-21 menjadi calon terkuat untuk menggantikan posisinya, meski FA sepertinya akan menjatuhkan pilihan pada Glenn Hoddle atau Steve McClaren, dua mantan pelatih timnas senior.