Menabung Untuk Menonton Piala Dunia Secara Langsung

Menabung Untuk Menonton Piala Dunia Secara Langsung

Menabung Untuk Menonton Piala Dunia Secara Langsung

Mimpi tertinggi para pemain sepak bola adalah membawa negaranya bermain di Piala Dunia. Bahkan kalau bisa menjadi juara Piala Dunia. Impian itu di beberapa cerita karangan atau rekaan seperti komik dan novel menjadi inspirasi pembuatnya. Sebagai contoh adalah komik Captain Tsubatsa. Seorang anak Jepang yang bercita-cita membawa Jepang bermain di Piala Dunia dan membawa Piala Dunia ke Jepang. Komik tersebut kemudian menginspirasi lagi para pemain sepak bola Jepang asli seperti Shinji Ono, Hidetoshi Nakata sampai sekarang Shinji Kagawa mengaku termotivasi menjadi pemain sepak bola dunia antara lain adalah karena membaca manga yang sudah mendunia tersebut.

Belum lagi komik-komik serta novel-novel lain atau juga film tentang hal tersebut. Di Indonesia sendiri adalah Andi Bachtiar Yusuf yang membawa dunia khayalan Indonesia bisa setara dengan negara-negara kuat sepak bola. Dalam film “Hari Ini Pasti Menang” Andi Bachtiar Yusuf menggambarkan Indonesia melaju ke Piala Dunia di Brazil bahkan mampu mengimbangi tuan rumah Piala Dunia 2014 tersebut. Novel pembukaan sebelum film bahkan menggambarkan secara detail bagaimana perjalanan tim nasional Indonesia menjuarai Piala Asia dan lolos ke Piala Dunia. Gambaran yang membawa banyak pembaca dan penonton negeri ini melayang. Impian boleh saja dan hal inilah yang pada akhirnya menjadikan diri tersebut menjadi kenyataan.

Atas dasar itulah, atas dasar impian dan keinginan yang besar kemudian para penonton tentu saja bermimpi juga untuk menyaksikan pertandingan Piala Dunia, menyaksikan para bintang lapangan hijau bermain secara langsung. Para penonton fanatik adalah mereka yang selalu datang ke stadion. Bukan hanya sekadar berkomentar di twitter karena menyaksikan pertandingan langsung sepak bola di televisi. Mereka rela mengeluarkan biaya dari kantong mereka yang sudah pas-pasan untuk mendukung negara mereka. Tentu saja sambil juga melihat atau menonton bintang dunia lainnya yang tanpa tendensi. Mereka rela menyisihkan uang mereka. Mereka berjuang berhemat demi ke Piala Dunia. Inilah yang sebenarnya merupakan impian tertinggi para penonton sepak bola.

Jika boleh mereka ibaratkan stadion adalah tempat ibadah, maka pergi ke stadion menyelenggarakan Piala Dunia adalah ziarah ke Mekah bagi orang Islam, atau ke Vatikan bagi Nasrani atau ke Yerusalem bagi orang Yahudi. Mereka memang menyebutkan bahwa datang ke stadion adalah ritual wajib. Menonton ke Piala Dunia adalah sebuah ibadah yang tidak bisa ditandingi ekstasenya. Mungkin bagi sebagian orang mereka dianggap gila. Persis sama seperti lirik chant salah satu lagu The Jak, “Orang bilang aku kesurupan, demi Persija apapun kulakukan.” Maka mereka juga kesurupan demi mendukung negaranya apapun mereka lakukan. Karena itu adalah ibadah. Karena itu adalah sebuah kebanggaan. So we better don’t judge before we know them very well.