RvP Targetkan Lebih Banyak Trofi Bersama MU

rvp

RvP Targetkan Lebih Banyak Trofi Bersama MU

Berita Piala Dunia – Robin van Persie mantan striker Arsenal yang kini bermain bersama Manchester United, menargetkan untuk meraih lebih banyak trofi dan menyamai rekor dari Alan Shearer dan Thierry Henry yang memenangkan gelar topskorer tiga tahun berturut-turut. Pemain asal Belanda ini memperoleh gelar topskorer keduanya dengan lesatan 26 gol di musim perdananya bersama The Red Devils.

Sebelumnya, pria berusia 29 tahun ini meraih gelar topskorer perdananya pada tahun 2012 saat ini membukukan 30 gol dalam semusim ketika masih berseragam Arsenal, sebelum akhirnya ia memilih hengkang ke Old Trafford dengan mahar 24 juta poundsterling pada musim panas lalu. Meskipun manajer Sir Alex Ferguson sudah memutuskan untuk pensiun, van Persie masih yakin timnya dapat melanjutkan kesuksesan mereka di bawah asuhan bos baru David Moyes, dan dia juga optimis dapat mempertahankan ketajamannya membobol gawang lawan pada musim depan. Van Persie pernah mengatakan kepada Mirror “Aku mempunyai keyakinan kami bisa melakukan lebih baik lagi dan kami bisa memenangi lebih banyak trofi,” dan katanya lagi “Aku sudah satu tahun bekerja dengan tim dan sekarang seluruh staf kepelatihan telah berganti yang membuat hal tersebut menjadi tantangan baru bagi kami,” “Aku mulai memahami para pemain waktu demi waktu dan aku punya keyakinan mereka menyimpan lebih banyak kesuksesan di dalam diri mereka.” “Musim baru akan menjadi tantangan yang bagus tapi anda tidak pernah tahu bagaimana hal-hal itu akan berubah. Tapi saat ini aku memiliki kebanggaan, itu adalah musim yang hebat.”

RvP sapaan akrab van Persie sebenarnya sudah terlebih dahulu bergabung dengan Shearer dan Henry dalam pencapaian yang lain, yaitu ia akhirnya mampu memenangkan trofi Liga Primer. Shearer memenanginya bersama Blackburn Rovers pada tahun pertama ia menduduki puncak daftar pencetak gol terbanyak pada musim 1994/95 dengan koleksi 34 gol. Itu juga tahun ketika lima besar topskorer semuanya berasal dari Inggris, dengan Robbie Fowler 25 gol, Les Ferdinand 24 gol, Stan Collymore 22 gol dan Andy Cole 21 gol yang membuntutinya. Bahkan dalam tiga tahun berturut-turut saat Shearer menjadi topskorer, tiga besar topskorer selalu diisi pemain asli Inggris. 31 gol nya pada musim 1995/96 dibuntuti oleh Fowler dengan 28 gol dan Ferdinand 25 gol, sementara 25 golnya pada musim 1996/97 cukup untuk menggungguli pesaingnya seperti Wright dengan 23 gol dan Fowler 18 gol.

Sementara Henry, mencuri perhatian pada musim 2003/04 dengan torehan 30 gol sekaligus membantu Arsenal meraih trofi pada musim tersebut. Ia melanjutkan tren positifnya sebagai topskorer pada dua tahun berikutnya dengan masing-masing mencetak 25 dan 27 gol pada musim 2004/05 dan 2005/06. Selain memberikan konstribusi dengan 26 gol untuk merebut gelar ke-20 bagi United bulan lalu, pemain bernomor punggung 20 ini juga menghasilkan 15 assist yang menjadi bukti bahwa kedatangannya telah memberikan dampak yang signifikan bagi keberhasilan United. Satu penyesalan van Persie adalah ia terpaksa hanya merasakan bekerja dengan Fergie selama satu musim, setelah manajer asal Skotlandia itu mengumumkan pengunduran dirinya.

Van Persie mengatakan ia akan senang jika bisa bekerja lebih lama dengan Fergie, yang memutuskan pensiun pada bulan lalu setelah pengabdiannya selama 26 tahun menjadi nahkoda di Theatre of Dream, yang akan digantikan oleh mantan manajer Everton David Moyes. “Aku sangat bangga bisa bekerja bersamanya selama satu tahun. Aku bisa melihat bahwa dia adalah seorang legenda.” Ayah dari dua orang anak ini mengatakan merebut gelar telah memberikan kepuasan dan kebahagiaan untuk dirinya tapi ia lebih senang dengan proses yang dijalaninya. “Jika anda melihat bagaimana kami bekerja setiap hari, kami mempelajari lawan dan cara mereka bermain.” “Bagaiamana kami melakukan persiapan. Setiap hari kami melakukan pekerjaan ekstra dan menonton video. Setiap langkah kecil pada akhirnya dapat mengantarkan gelar juara. Aku berpikir bahwa perjalanan menuju gelar lebih indah dari pada memenangkan gelar itu sendiri,”.