Survey Negara Arab, Wanita Ingin Ke Stadion

Survey Negara Arab, Wanita Ingin Ke Stadion

Survey Negara Arab, Wanita Ingin Ke Stadion

Para wanita negara-negara di Arab ternyata ingin datang ke stadion. Sebuah studi dengan menggunakan metode survey menemukan fakta bahwa mayoritas para wanita negara Arab sebenarnya ingin datang ke stadion dan melihat pertandingan sepak bola secara langsung. Negara yang paling banyak wanitanya ingin datang ke stadion untuk menyaksikan pertandingan adalah Arab Saudi sebesar 73,5% lalu seterusnya ada Uni Emirat Arab yang 71,2% wanitanya ingin datang serta Kuwait dengan persentase 69,77%. Mereka menginginkan peraturan larangan perempuan ke stadion dihapuskan. Mereka berpikir bahwa pada saat ini peraturan tersebut sudah lagi tidak relevan untuk diterapkan dalam era globalisasi yang semuanya dapat melihat.

Mariam Dujain Al-Kaabi adalah pemimpin studi menggunakan metode survey ini. Dia mengerahkan karyawan serta seluruh anak buahnya untuk menyebar survey ke berbagai wanita di negara-negara Arab. Kaabi berkata bahwa survey ini dia lakukan untuk merekomendasikan ke pemerintah kebijakan yang diambil terkait larangan perempuan ke stadion. Satu negara dengan negara lainnya bisa saja berbeda rekomendasinya karena kadang memang peraturan tersebut dibuat dengan alasan keamanan tetapi yang lainnya dengan alasan keagamaan. Untuk alasan keamanan misalnya studi ini merekomendasikan untuk membatasi jumlah wanita yang datang atau harus didampingi oleh anggota keluarganya yang laki-laki dengan cara membawa kartu keluarga mereka agar para wanita tersebut minimal terlindungi.

Syaikh Saudi sendiri Saleh bin Saad al-Luhaydan telah diperingatkan sejak September setelah para perempuan di negara tersebut meluncurkan kampanye dunia maya yang menuntut hak mereka agar bisa diizinkan menyaksikan pertandingan secara langsung di stadion. Para perempuan ini telah membuat petisi di salah satu situs petisi maya dan juga membuat tagar di media sosial. Mereka menyebut akhir tahun ini larangan tersebut harus dicabut atau paling lambat maksimalnya sebelum Piala Dunia di Qatar dilaksanakan. Mereka ingin merasakan juga bagaimana suasana di stadion secara langsung karena tentunya akan sangat berbeda menonton di televisi dengan menonton di stadion secara langsung.

Pemerintah beberapa negara sudah langsung bergerak dengan mengkaji ulang peraturan tersebut. Pemerintah tentu saja tidak ingin melihat tiba-tiba para perempuan bergerak keluar rumah secara serentak karena hanya ingin datang ke stadion. Tapi, tentu saja mereka masih ragu untuk begitu saja membuat perubahan peraturan. Federasi Sepak Bola Saudi melalui Ketua Umumnya yakni Ahmed Eid Alharbi, mengatakan bahwa pemerintah Saudi sendiri sebenarnya juga menyambut baik gerakan sejak September tersebut dan nampaknya akan ada sisi terang untuk memuaskan dan mengamankan serta tentu saja menyamankan semua pihak. Apalagi kemudian dia menambahkan dengan hadirnya penonton perempuan ke stadion akan menambah pemasukkan tentu saja karena semakin banyak orng yang datang.