Taruhan Bola Jangan Beli Pemain Inggris

Arsenal's Park celebrates his goal against the Bolton Wanderers with teammates Frimpong and Benayoun during their English League Cup soccer match at Emirates Stadium in London

Jangan Beli Pemain Inggris

Taruhan Bola РCardiff City baru saja mengajukan penawaran terhadap Tom Ince senilai 8 juta pound. yang diterima oleh klubnya, Blackpool. Kita semua sepakat bahwa Ince adalah seorang penyerang yang efektif, dan dapat mencetak gol. Akan tetapi, dia  melakukannya di kompetisi kasta kedua Inggris.

Performanya yang apik ini pun baru sekali ini saja dicapainya. Musim lalu, dia Ince mencetak 18 gol dan 14 assist, yang memjadikannya salah satu pemain paling berbahaya di Championship, liga kasta kedua Inggris. Hanya musim kemarinlah dia menunjukkan kualitasnya. Di musim sebelumnya, 6 gol dan 7 assist dicetaknya. Cukup baik, akan tetapi apakah sepadan dengan nilai transfer sebesar 8 juta pound ? Alasan utama mengapa dia dibanderol dengan harga tinggi adalah karena Ince berkebangsaan Inggris. Ince merupakan contoh utama dari permasalahan yang dihadapi ketika suatu klub Inggris membeli pemain Inggris. Taruhan Bola

Salah satu permasalahan terbesar di persepakbolaan Inggris adalah banyaknya pemain asing yang membela klub, dan sedikitnya pemain asli Inggris. Penyebab utama mengapa klub-klub merasa lebih nyaman membeli pemain asing daripada pemain Inggris adalah karena alasan harga, seperti contoh Ince di atas. Mengapa biaya untuk mendatangkan pemain Inggris lebih mahal ? Karena pemain Inggris adalah pemain ‘premium’. Sebagai contoh, Swansea mendatangkan Michu dan Pablo Hernandez musim panas lalu dengan total biaya 7,5 juta pound. Dua orang pemain, yang hanya sedikit lebih tua dari Ince, bermain di kasta teratas Spanyol, La Liga, dan dengan Pablo Hernandez yang memiliki pengalaman berlaga di Liga Champions, didatangkan dengan harga yang 0,5 juta pound lebih rendah daripada seorang Ince, yang bermain di kompetisi kasta kedua Inggris. Taruhan Bola

Spurs merogoh kocek sebesar 7,5 juta pound untuk mendatangkan Rafael van der Vaart dari Real Madrid. Man United membayar 7 juta pound untuk Nemanja Vidic. Chelsea mengeluarkan 7 juta pound untuk Kevin de Bruyne. Dan masih banyak lagi. Bandingkan dengan Sunderland yang membayar 12 juta pound untuk Steven Fletcher dan 10 juta pound untuk Adam Johnson, atau pembelian Liverpool yang terkenal sebesar 70 juta pound untuk mendatangkan Andy Carroll, Jordan Henderson, dan Stewart Downing. Jadi pertanyaannya sekarang : mengapa klub-klub ini terus saja mengeluarkan dana besar untuk mendatangkan pemain Inggris ? Taruhan Bola

Alasan yang paling sering dikemukakan, dan juga dipertanyakan, adalah karena apabila klub membeli pemain Inggris, mereka hanya butuh sedikit waktu untuk beradaptasi, mereka tidak perlu mempelajari budaya dan bahasa baru. Namun alasan ini sudah tidak berlaku lagi. Pemain-pemain seperti Eden Hazard, Santi Cazorla, Demba Ba, dan sekali lagi, Michu, telah menunjukkan bahwa apabila Anda bermain bagus, adaptasi bukanlah suatu masalah. Tidak hanya itu, dengan bahasa Inggris kini sudah menjadi bahasa internasional, banyak pemain yang malah berusaha memperdalam bahasa Inggris mereka, dengan harapan suatu saat bisa bermain di Liga Primer Inggris, sehingga argumentasi tentang waktu adaptasi bahasa menjadi tidak relevan lagi. Ini semua sebenarnya hanyalah bentuk kemalasan dari tim-tim pencari bakat. Taruhan Bola