Tinjauan Italia vs Haiti

Italia - beritaworldcup.comBerita Piala Dunia – Italia yang sedang bereksperimen kebobolan dua gol di menit-menit akhir pertandingan. Pertandingan ini berakhir dengan skor 2-2. Giaccherini mencetak gol saat pertandingan baru berjalan 19 detik, tapi Italia gagal melanjutkan penampilan terbaiknya meski Claudio Marchisio menggandakan keunggulan timnya. Haiti mencetak dua gol telat mereka setelah Saurel mengkonversi hadiah penaltinya menjadi gol, diikuti dengan gol dari Peguero.

Italia yang dipimpin oleh Cesare Prandelli hanya dapat bermain imbang 2-2 pada pertandingan persahabatan melawan Haiti di Rio de Janeiro. Pertandingan itu adalah pertandingan uji coba pertama Italia sejak mendarat di Brazil untuk mengikuti Piala Konfederasi. Hal ini sanagat disayangkan kerena italia memulai pertandingan dengan baik.

Gol Giaccherini

Giaccherini mencetak gol saat pertandingan baru berjalan 19 detik dan menjadi gol tercepat sepanjang sejarah timnas Italia.  Candreva melepas umoan silang dari sisi kiri penyerangan gli Azzuri dan Giaccherini datang disaat yang tepat. Dia datang dan mengontrol bila dengan baik, tendangan dari jarak dekat dia lepaskan ke gawang Haiti. Gol yang bisa dibilang bergaya brazil , dicetak di Brazil pula dari gelandang pekerja keras asal Juventus.

Sayangnya permainan Italia tak berkembang setelah gol itu, tak ada lagi hiburan. Panasnya cuacau Rio – setara dengan cuaca Italia pada pertengahan Agustus – pasca gol itu, pemain Haiti menunjukkan kalau mereka adalah pemain yang bagus dan sangat bekerja keras. disisi lain pemain Italia tak menunjukkan kemauan mereka untuk bekerja keras, seolah Sirigu saja yang bermain di sisa pertandingan saat itu. Beberapa percobaan pemain Haiti hampir membuat jantung Prandelli copot.

Kendati tak tampil dengan kerja keras, pemain Italia sempat mempunyai peluang. Tipikal permainan Italia yang tampil buruk tapi tetap mampu membahayakan lawan. Tendangan Diamanti meleset, diikuti dengan Gillardino yang mencetak gol – tapi dianulir karena offside.

Hiburan tersendiri ada di pinggir lapangan saat fans Brazil yang menonton pertandingan membuat keramaian sendiri dan berteriak agar Mario Balotelli dimainkan.

Babak kedua Italia melakukan pergantian pemain, Marchetti menggantikan Sirigu, De Rossi, Montolivo dan Ballotelli. Pergantian itu membuat permainan Italia menjadi sedikit bergairah.

Balotelli yang dinantikan oleh fans Brazil membuat efek instan. Umpan silangnya pada el Sharaway disambut oleh pemain jabrik dengan tendangan yang keras dari jarak dekat, kiper Haiti harus berjatuh bangun untuk menepisnya. Sial karena Marchisio mendapat bola rebound dan menggandakan keunggulan timnya di babak kedua.

Gol Marchisio terjadi saat Balo baru beberapa saat memasuki lapangan sebagai pemain pengganti.

Saurel membuka harapan bagi Haiti saat tendangan penaltinya berhasil menembus jala italia. Gol yang dilengkapi oleh Peguero saat mencetak gol di injury time guna mengamankan Haiti dari kekalahan. Bagi Italia, tentu saja kebobolan di menit-menit akhir melawan Haiti adalah sebuah kejadian yang memalukan. Permainan mereka miskin ide dan tidak melakukan operan dengan baik.

Meskipun pertandingan melawan Haiti adalah pertandingan uji coba dan sebagai adaptasi dengan cuaca di Rio de Janiero, kebobolan dua gol secara berturut-turut menunjukkan lemahnya konsentrasi lini belakang Italia. Pertandingan yang berlangsung dalam suhu yang panas, memang menyulitkan Italia. Namun mereka perlu berkaca pada timnas Spanyol. Spanyol yang minggu lalu juga melawan Haiti dalam keadaaan panas bisa mengalahkan Haiti denga skor 2-1. Gol-gol pada pertandingan itu dicetak oleh Santi Cazorla dan Cesc Fabregas.